Masih Menyusu

Semuanya bermula sekitar 2 tahun lalu kala aku memasuki pertengahan trimester 1 kehamilan, dimana organ penyuplai ASI dalam tubuhku mulai dipersiapkan untuk memberi nutrisi terbaik bagi calon putraku.

Lalu berlanjut dengan membekali diri akan pentingnya menyusu akhirnya aku memberanikan diri menuliskan mimpi “Menyusui Eksklusif” pada resolusi awal tahun 2019. Untuk mencapai tujuan itu aku mulai memperlengkapi diriku dengan bacaan, artikel, sharing hingga kursus seputar menyusui. Teringat olehku cerita seorang rekanku yang kebetulan juga seprofesi denganku, “Ther walaupun kita orang medis dan tau bahwa menyusui itu penting — tapi ternyata pada pelaksanannya ngga semudah yang dibayangkan. Lots of drama. You gotta prepare yourself for those dramas. Tapi tenang aja, pasti bisa dinikmati.” 

Bener banget! Ilmu ternyata ga cukup. Akhirnya aku ngulik sana-sini tentang faktor penentu keberhasilan menyusui eksklusif. Banyak banget faktor dan tokohnya. Yang pertama dan utama selain peran ibu dan kerjasama bayi adalah… peran AYAH.
Ya! Berdasarkan pengetahuan itu mulailah kupaparkan informasi seputar peran #AyahASI pada suamiku. Dannnn.. suamiku melakukan perannya dengan-amat-sangat-baik. 

Dua momen yang paling berharga adalah ketika minggu-minggu pertama menyusui dan anakku kuning karena kurang ASI sedangkan payudaraku terasa sangat bengkak karena ASI belum dapat disedot dengan baik oleh sang bayi — aku hampir menyerah dan menanyakan suamiku apakah baik bila kita beli saja sufor untuk mencukupi kebutuhan cairan si kecil. Ehh, si suami bilang kurang lebih gini, “Mana semangatnya? kan kita mau ASI eksklusif. Apa kata gurumu nanti kalau tau kamu ga kasih nutrisi yang terbaik untuk anak? Ayo semangat! Pasti bisa.” sambil menyeka airmata dari wajahku. 

Momen satu lagi saat sikecil mulai menunjukkan gejala tumbuh gigi (teething) dan mulai menggigit puting payudara — rasanya sakit banget. Momen itu berhasil bikin aku dan si kecil nangis. Secara dia ga mau makan karena gusinya ga nyaman, tapi kalo nyusu pengennya gigit. Hampir seminggu dan semua terlewati kala suamiku lagi-lagi menyemangati dengan pijatannya saat aku menyusui sembari mengelus-elus si kecil agar tidak menggigit. hahaha.. kenangan yang manis.

Hingga akhirnya kami berhasil melalui 6 bulan masa menyusui eksklusif dan aku menjadi bagian dari 40% ibu-ibu dunia yang berhasil menyusui eksklusif bayinya! Resolusi tercapai.

Mimpi itu berlanjut. Tidak sekedar eksklusif, aku lalu terinspirasi untuk terus menyusui hingga anakku berusia 2 tahun — sesuai anjuran badan kesehatan dunia. Tak hanya mengingat kuatnya ikatan batin diantara aku-anakku dan suamiku yang dihasilkan dari proses menyusui tapi juga melihat teladan yang sudah diberikan oleh ibu-ibu disekitarku yang menyusui anaknya hingga umur 2 tahun (lebih). Sungguh ini anugerah banget! Sekarang anakku sudah 19 bulan menyusui (tentu saja dengan tambahan makanan pendamping ASI setelah ia berusia 6 bulan). Dan kami sangat menikmati musim ini. Sudah kami lalui drama-drama bersama, mulai dari ibu mengalami breast engorgement yang sampe hampir mastitis, clogged ducts beberapa episode, dan serangkaian drama teething si kecil. hahaha. Rumit, tapi ternyata tak sulit untuk dinikmati fasenya mengingat suamiku dan komunitasku juga berjuang, mendukung menyemangatiku untuk terus menyusui. 

Ini memang tidak mudah. Aku kenal beberapa ibu yang karena kondisi klinis baik ibunya, anaknya, suaminya ataupun komunitasnya yang akhirnya membuat ibu tidak dapat melewati masa menyusui eksklusif ataupun menyusui lanjutan. Tidak untuk dihakimi, tapi untuk didukung & disemangati! Setidaknya sudah berjuang untuk yang terbaik  yah Moms — dan tentunya masih ada kesempatan untuk anak berikutnya 😉 
Atau kalau belum diberi kesempatan untuk menyusui lagi, bisa dukung bumil dan busui disekitarmu untuk terus semangat mengASIhi!
Semangat Moms! You’re awesome!

It takes a village to raise a child.
(African Proverb)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s