Sobat Ngasuh

Terdiam, aku pucat pasi melihat luka memar sepanjang punggung anakku, Hose yang baru saja menginjak usia 1 tahun. Enggak, bukan karena hantaman tangan — tapi karna ia baru saja terjatuh dari ketinggian 40 cm, nyungsrek (baca: masuk dan nyelip) kedalam celah antara lemari dan tempat tidur.
Kencang, ia menjerit. Bergegas kudekap erat tubuhnya yang tak lagi mungil itu. Kugendong, kucium dan kubawa ia keluar kamar.

“Sayang, maafin aku..” adu-ku pada suamiku, sembari menunjukkan punggung Hose yang memar.
“..aku ga tau kalo memar gini punggungnya sampai tadi pas kubuka bajunya.” bersalah banget rasanya ga bisa jagain hose baik-baik.
“Kepalanya ga benjol?” tanya suamiku sambil mengusap kepala Hose yang sudah kembali tersenyum lagi.
“Engga. tadi kuraba ga ada benjolan. kayaknya memang hanya punggungnya yang kena.” jawabku pelan.
“Gapapa, mau cepet gede dia. Kita berdoa aja semoga aman.” Jawab suamiku tenang sambil merangkulku.
Tersenyum kecut, ku tinju bahu-nya pelan. Dia paling tau aku ngga suka jawaban itu — tapi aku takut banget kalau sampai terjadi apa-apa dengan Hose karena peristiwa itu, entah itu trauma kepala ataupun cedera organ retroperitoneal — jadi sepertinya memang itu jawaban yang kubutuh dengar saat ini.
Semoga semua baik-baik saja, batinku.

Itu baru satu dari berbagai kisah yang kualami saat mengasuh Hose bersama suamiku. Dari sejak sebelum Hose ada, kekasihku ini selalu jadi lawan bicara yang menyenangkan sekaligus menyebalkan — tapi aku suka. hahaha.
Kehadirannya ikut mengasuh sekaligus mendidik sungguh melegakan.
Dari hari pertama ia memilih ikut bangun bersamaku kalau Hose terjaga — dan ia juga memilih ikut berbaring di siang bolong (pas libur) saat Hose terlelap. Hahaha.
Dia ga bosen melatih Hose miring-miring, membalikkan badan, merangkak, merayap, jalan, manjat, berenang, nendang bahkan sekarang udah mulai bisa main bola basket, literally masukin bola ke keranjang.
Dia ga bosen nemenin Hose bertumbuh mulai dari cara yang paling elegan bacain cerita, nyanyiin, doain, ciumin — sampe yang paling gak elegan: bersihin pup.
Demi Hose yang lagi demen banget makan roti, dia bela-belain ikut belajar bikin dan ngulen roti sampe pegel-pegel supaya adonannya lembut.
Ditengah segala keterbatasan waktu dan fasilitas, dia berjuang banget bertukang demi memenuhi hasratku yang ingin punya changing table, baby gym, overhead flying objects, sensory table — yang akhirnya dia bikin sendiri.

Dia sobat ngasuh andalanku; ngga sempurna, tapi selalu bikin bangga.
Dia sobat ngasuh terbaikku; ngga selalu bersama, tapi hadirnya selalu nyata.
Dia sobat ngasuh teladanku; ngga banyak bicara, tapi aksinya hidup dan bicara.

Aku tau ngga semua ibu dapat kesempatan memiliki sobat ngasuh yang adalah suaminya sendiri dikarenakan satu dan lain hal seperti pekerjaan, sekolah, dll — tapi siapapun sobat ngasuh yang ibu miliki, percayalah kehadirannya dianugerahkan Tuhan untuk menguatkanmu dalam segala keadaan. Bersyukurlah untuk siapapun sobat ibu! 

You’re not alone, moms. Cheers. 

 

dibalik mamak yang hebat, ada sobat yang kuat.
(therrah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s