Pernah ga denger kalimat seperti ini:
“Yang saya mau: 10-15tahun kedepan kalian jadi orang-orang yang lebih hebat dari saya”?
Rasanya seneng banget nggak sih denger kata-kata itu dari seseorang yang bener-bener menyayangi kita, & selalu berharap yang terbaik untuk hidup kita?
Rasanya emang seneng banget saat aku tau ternyata selama ini ada orang yang menaruh harapan padaku (selain orang tua & saudara kandungku). Entah mengapa kebanggaan itu muncul saat aku tau bahwa ada orang yang memperhatikanku sampai sebegitunya.
Hari itu aku mendengar kata-kata mood-booster tersebut dari seorang ibu yang hendak meng’adopsi’ aku dan temen-temen utk menjadi mentee-nya. Beliau begitu tulus, beliau menyadarkan kami akan potensi kami dan sangat ingin membantu kami untuk memaksimalkan potensi kami masing-masing. Setelah pertemuan tersebut, aku pulang, kembali ke aktivitasku dengan sebuah semangat yang baru!
Pengalamanku hari itu telah membekali-ku sebuah pelajaran yang baru tentang hubungan yang saling membutuhkan dan dibutuhkan: “sekalipun kita punya impian yang jelas & strategi yang tersusun rapi, tak bisa dipungkiri bahwa tidak mungkin kita mencapai semuanya sendirian. we need somebody to live!”
That’s what we are as it is said: Zoon Politicon!
Yes, we need (a) mentor.
Yes, we need (a) mentee too!
inilah hubungan yang saling membutuhkan dan dibutuhkan.
Sekarang coba lihat dirimu bukan sebagai objek yang didatangi dan ditinggalkan (mentee), tapi cobalah lihat dirimu sebagai subjek (mentor); kamu yang mendatangi kehidupan mereka dan meninggalkan mereka begitu saja. kadang dengan sengaja, ataupun tanpa sengaja.
ya, aku sadar, aku pernah melakukannya, dengan atau tanpa sengaja.
tapi mungkin inilah yang disebut dengan proses PENDEWASAAN.
Mereka (mentor) ataupun kita (mentee) mengambil peran yang spesifik dalam setiap proses ini, untuk mengasah satu dengan yang lain agar semakin dewasa. yea, manusia menajamkan sesamanya
Mentor, guru, dosen, pelatih, kakak, bapak, ibu atau siapapun sebutan mereka, mereka telah diciptakan untuk mengasah keterampilan, emosi dan potensi kita, dan setelah peran mereka selesai, mereka akan pergi bertemu dengan orang lain yang membutuhkan mereka ataupun dibutuhkan oleh mereka. Like it is said, saat kamu bertemu dengan seseorang, bersiaplah untuk kehilangan dia; karna suatu saat -cepat atau lambat- dia juga akan pergi.
Tidak ada yang harus disalahkan dengan perpisahan ini.
As a closing, aku ingin berbagi semangat bagi para mentor untuk kembali mengasihi mentee mereka, karna inilah yang dilakukan oleh mentorku:
- dia melihat potensi ku,
- dia menginspirasi ku,
- dia memaksimalkan potensi ku,
dengan tujuan agar aku hidup sesuai tujuan Sang Pencipta menciptakanku
Now, this last words is for my mentee:
dear my mentee,
aku juga masih banyak kekurangan.. bersabarlah.
selama kita engage dalam hubungan yang benar, maka kita dapat saling mengasah.
let’s live the way it should be lived.
To LOVE someone, is to be a SHEPHERD for someone’s life.
(inspired by JESUS CHRIST)