Kinasih, Sukabumi
18/06/2011
TUHAN, terima kasih untuk kedua mataku,
~ ga peduli dengan visusnya yang ga normal
terima kasih untuk kedua telingaku,
~ ga peduli dengan apa kata rinne ataupun weber tentangnya
terima kasih untuk mulutku dan nervus rekuren laringeus,
~ ga peduli dengan vibrasinya yang jauh banget dari buluh perindu
terima kasih untuk setiap gen yang ada dalam kromosom-ku,
terima kasih untuk organogenesis yang normal saat Engkau menenunku dalam rahim ibuku,
aku tau, Engkau sangattt mencintaiku,
ya, aku tau, bahwa Engkau telah membentukku begituuu indah & hebat,
dan kaca dikamarku telah mengingatkanku tentangnya setiap kali aku melihat wajahku.
berkatilah mereka yang tidak dapat melihat, perdengarkanlah kasihMu pada mereka,
berkatilah mereka yang tidak dapat mendengar, perlihatkanlah juga cintaMu pada mereka,
berkatilah mereka yang tidak dapat berbicara, perdengarkan dan perlihatkanlah cintaMu pada mereka,
they deserve to feel you, to know you, like the way i’m having..
mereka (yang tidak dapat melihat, mendengar, berbicara, ataupun gangguan keterlambatan mental) telah mengajariku banyak hal,
dan aku bersyukur untuk itu.
You taught me a great lesson to keep about the true love & a memory, to give thanks in everyway.
thank you for creating me outstandingly excellent.
SUPERB!
YEOP 2011: Adventure
badut, pitoy, me & letti
setiap lagu memiliki subjek dan objeknya,
siapa penulisnya & untuk siapa dia diciptakan;
setiap kehidupan pun memiliki subjek dan objeknya,
siapa penenunnya & untuk siapa ia diciptakan.
—therrah
