That SATURDAY nights,,

23.57emt

Malam hari. Sabtu. Angin semilir pun tak terasa seperti biasanya. Hanya terdengar bunyi exhaust yang menemani gue di sini. di kamar. di sudut utara Ibukota. Sembari masih sibuk mencoret-coret kertas dan berusaha membuat sebuah rencana jangka pendek, tiba-tiba Bapa menginterupsi. Ingatan-ingatan masa lalu mulai membanjiri pikiran gue. Slide demi slide. Semua malam-malam Sabtu yang pernah gue lalui. semua malam yang kini sanggup membuat kelenjar lakrimalis (kelenjar air mata) gue ber-sekresi. Sekret bening itu mulai menuruni pipi gue. mulai menelusuri ke-tembem-an buccinator gue. (buccinator: bagian pipi yang tembem banget).

Bapa ngingetin gue tentang malam-malam sabtu (hari sabtu, malem, jm 10-an) yang pernah gue miliki dulu. Rutinitas di malam Sabtu itulah yang kini mengusik hati gue. hhh…

Sejak gue menjalani panggilan hidup gue, hampir setahun belakangan ini gue udah gak memiliki malam-malam sabtu seperti dulu.

Dulu, tiap malam sabtu, gue+kakak+adik-adik gue, kami berempat selalu berusaha hadir dalam ibadah youth di gereja. Pulangnya, salah satu dari kami bakalan sms/telpon supir untuk minta dijemput. &after we’re saying goodbye to our friends, kami bareng-bareng masuk mobil. biasanya, adik2 gue bakalan masuk duluan sihhh, mereka biasanya udah kelaperan, pengen cepet2 pulang & as usual, gue dan kakak cewek gue bakalan masih lama ngobrol2 sama yang lain.. hehehe.. :)
Sesampainya dirumah, kami nge-bell pintu rumah deh. Ntah itu Bokap / nyokap bakalan dateng nge-bukain pintu. Dengan muka yang (sebenernya udah) mengantuk karna kecapean nunggu, mereka tetap berusaha tersenyum menyambut kedatangan putra-putrinya :)
Sesampainya di ruang tamu, kakak gue bakaln ngobrol sama bokap atau mijitin nyokap (dengan gaya duduk di atas kaki nyokap), adik2 gue mulai buka kulkas dan meneguk es jeruk racikan nyokap, dan gue duduk di ruang makan sambil ngutak-ngatik remote tv.
Setelah itu, bokap bakalan berhenti dari ‘ritual’ membaca buku dan mulai menutup stabilo-nya. pertanyaan demi pertanyaan mulai beliau lontarkan.
*”Have you had your dinner, kids?”
*”Go, eat your dinner, Mom had cooked nasi goreng for you.” atau “Mom had bought you sate and nasi padang.”
*”Here’s your martabak, kids!” atau
*”I’ve bought prata this evening, go, warm it in the microwave.”
atau nyokap bakalan bilang:
*”Mau indomie, gak? mamak masakin yaa.. pake telur yaa,, ditambahin cabe yaa,, mau pake bakso ikan gak?”
Then kami makan bareng-bareng sambil nonton acara TV, entah itu debat-komedi, movies, discovery channel, country road, atau apa aja deh. Those are nights i don’t wanna barter. I miss those nights. bukan soal nasi padang, martabak, prata, nasi goreng atau indomie,, tapi soal indahnya kekeluargaan :)

Malam ini, gue gak bersama mereka. Tapi satu hal gue tau, mereka pasti kehilangan gue. Gue juga kehilangan kehadiran mereka. Tapi gue udah percayakan mereka pada Bapa. gak ada yang perlu gue khawatirkan. Bapa pelihara mereka, Bapa pelihara gue. kami semua ada dalam jangkauan Bapa :)

Saturday nights yang telah hilang, pasti akan datang dengan wujud yang baru, suasana yang lebih hangat, segala yang lebih indahh.. i’m waiting for that Saturday Nights..

Buat temen2 yang lagi kangen keluarga, just whisper to God, he will heal your lonely heart. He will always there for you when you’re closest one has gone… Jesus loves you :)

nb: for my family members:: Dad, Mom, Mbak Ika, Dion, Daniel,, I Miss you all.

Mazmur 27:10
Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku,
namun TUHAN menyambut aku.

Published in:  on September 5, 2009 at 4:38 pm Leave a Comment
Tags: