through the valley

23.53 emt

gue tau ini udah malem. tapi gue gak bisa tahan rasa yang ada di hati gue. meski tekanan bola mata menambah, dan otot-otot levator scapula sinistra berkontraksi kuat, gue paksa untuk tetap memandang Inspiron ini.
terhitung sejak gue balik utk kembali menuntut ilmu di ibukota, gue belum pernah denger suara papa lagi. gue belum pernah nelpon keluarga. gue cuma sms doang dan berdoa buat mereka. jujur, gue kangen.
gue bener-bener belajar untuk menyerahkan mereka pada Bapa. just hoping they’re all fine.

kdang, gue ngerasa sepi, ancur hati, takut, khawatir akan hari-hari gue. yap, untuk setiap ujian, poerista, image, tmen2 pbl, ya.. semuanya. Tapi, Bapa gak pernah ngebiarin gue tenggelam dengan semua kemanusiaan itu. Dia nyadarin gue tentang keberadaanNya. He’s here with me. Dia yang menyertai gue sepanjang perjalanan gue naik-turun angkot. Dia juga yang membawa gue dalam mazmur yang baru tiap hari. Dia yang selaluuuu ngingetin gue untuk tersenyum. Dia yang ngajarin gue untuk teruuuusss berjuang. Dia yang gak bosen-bosennya nyapa gue pagi-pagi dan nyuapin gue dengan cintaNya.

gak jarang gue berbeda pendapat dengan teman-teman..tapi, gue belajar banyak. gue belajar mengalah. gue belajar diam lagi..meski sakit. gue tau, hanya itu yang bisa gue lakukan untuk menyenangkan hati Bapa. gue bosan dengan semua doktrin. kata-kata ilmiah. ‘kehebatan’ manusia berkata-kata dan mencoba mempengaruhi orang lain dengan cara berpikir mereka. gue gak suka dengan semua pemikiran yang sempit tentang Ayah gue. ntah, gue gak habis pikir kenapa mereka terlalu kaku. gue ngalamin banyak pertentangan dalam hati gue sementara gue memikirkan tentang hubungan itu. hubungan Ayah-Anak yang gak kaku. hmm,,

malam ini, gue denger lagi suara papa, gue pengen nangis. gue kangen. ntah, gue ngerasa berat dan gak mampu menjalani hari-hari gue. tapi,, lagi, Ayah mendengungkan penyertaanNya. gue dnger lagu Third Day – Mountain of God. it says like this:

Even though the journey’s long
And I know the road is hard
Well, the One who’s gone before me
He will help me carry on
After all that I’ve been through
Now I realize the truth
That I must go through the valley
To stand upon the mountain of God

keren. gue jadi sadar kalo gue emang harus melalu lembah2 kehidupan gue supaya gue bisa berdiri di gunungNya. untuk selanjutnya mmulai penerbangan denganNya. :) gue jdi semangat lagi untuk membri yang terbaik. gue jadi semangat lagi untuk hidup, untuk melalui semua hal yang ada di depan gue. untuk berjuang lagi. untuk hidup lagi bagiNya. untuk nyembah lagi. untuk belajar lagi. untuk berkarya lagi. the re-commitment has begun. i dedicated my life to my God. Ayah adalah satu-satunya pribadi yang ingin gue senangkan seumur hidup gue.

what ’bout you? ;)

Published in:  on January 24, 2009 at 5:01 pm Leave a Comment

with Dad

01.17emt

Dini Hari 21 Januari 2009. Malam kelam, gue juga gak tau apakah langit penuh bintang atau justru sebaliknya. Namun, gue berusaha menyerap atmosfir yang mencoba menyusup melalui sela-sela pintu kamar gue. Koridor udah sepi. Kemungkinan terbesar adalah; temen-temen udah membuka gerbang mimpi buat gue. Ambang rangsang formatio retikularis mereka mungkin udah tinggi banget jam segini. hmm,, di lain sisi, gue masih dengan ambang rangsang formatio retikularis yang rendaahhhh banget. still awake infront of my inspiron 6400. gue masih baru selesai nge-scan beberapa gambar yang gue butuhkan untuk laporan faal gue. fiuhh,, masih ada yang belum maksimal, tapi gue sedikit puas. sepulang kuliah nanti, akan gue sempurnakan semua kepincangan2 itu. hhe,, ;)

well, gak terasa udah 21 hari gue menapaki tahun 2009. Gue sadari, gue belum semaksimal yang gue pengen. terkadang, apa yang kita inginkan dan kita usahakan sehebat2nya, gak selalu terjadi begitu aja. banyak banget proses yang harus kita lewati. Personally, semua proses itu membawa dan mengajarkan banyak hal tentang merendahkan diri-berserah-berjuang.  yap. humble-surrender-struggle.

setiap langkah kecil yang gue telusuri, membawa gue dalam atmosfir diam-tenang-belajar untuk kemudian selanjutnya gue tersenyum.

hanya ingin berbagi cerita nih, kemarin gue dapetin sesuatu yang baru, yang fresh lagi tentang anak dan ayahnya. satu prinsip yang gue inget adalah: seorang ayah gak akan pernah pengen anaknya mendapatkan yang terburuk. seorang ayah selalu menginginkan yang terbaik buat anaknya.
prinsip lainnya adalah: apapun kesalahan yang pernah dilakukan anak, ayah pasti memaafkan. anak adalah hasil kasih sayang dan buah cinta ayahnya. gak ada yang lebih disenangi oleh seorang ayah selain disamperin sama anaknya yang dateng dan berusaha ‘menggenggam’ tubuh ayahnya dan bilang: “aku sayang ayah”.

gue yakin banget, kalo cinta seorang anak tuh tulus meski terkesan gak sebanding dengan cinta ayahnya. seorang anak selalu ingin merasa tenang dalam pelukan ayahnya. dalam tiap tuntunan mata ayahnya, dalam setiap anggukan kepala, ‘dehem’an, senyum dan belaian ayahnya. ya, mungkin gak semua anak mengalami hal itu. tapi gue mengalaminya. kemarin, tadi, sekarang, nanti, bahkan tuk esok hari.

buat gue, ayah segalanya. Dia pribadi yang selalu ada buat gue, nemenin gue ngerjain setiap ujian mid blok, gandeng tangan gue dikala gue harus nyebrang perempatan yang gede banget, Dia juga yang menemani gue nyelesein setiap tugas hingga jauh dini hari. bahkan, tak pernah ia enggan marahin gue kalo gue gak disiplin.

pokoke, He is everything. i just wanna be with Him. now.
forver.

[just wanna be with Dad]

Published in:  on January 20, 2009 at 6:06 pm Leave a Comment