dalam dekapan Ayah

22 Desember kemarin, gue ke Monumen Nasional bareng Linda dan Dika. Gue seneng karena gue belum pernah berkunjung ke Museumnya. Nah, kami tuh pengen ke Puncaknya, lt.3. Akhirnya setelah mengelilingi 1 putaran MoNas, gue+linda+dika, kami ke museum dan langsung ngantri untuk naik ke lt.3. Sepanjang antrian, gue ngobrol2 dan ngebahas muskulus2 yang waktu itu pernah kami pelajari di lab anat. hihihi.. menggelikan. :)
waktu terus berlalu, udah setengah jam kami ngantri, tapi masih belum nyampe2..ck,ck,ck..cape juga :D
akhirnya waktu yang ditunggu2 tiba. Barisan antrian kami akan segera memasuki lift yang menuju lt.3. Barisan di sebelah gue tuh berjejer 4 anak SMP yang bergaya dengan XLR mereka. “Yah,, gak papa sih, mereka masih di tahap ‘membanggakan kemampuan orang tua’ mereka. semua orang juga pernah ngalemin itu kok. it’s normal”.

Pandangannya kontras banget. Di belakang barisan mereka, ada seorang Bapak dengan anak perempuannya. Mereka ngantri juga. sama kayak gue dan temen-temen lainnya. Yang membedakan adalah: mereka tenang banget. Sang Ayah -dengan keletihan juga- mengantri, ia menggandeng tangan putrinya. Si putrinya pun udah kecapean banget. sesekali, gue melontarkan senyum gue. Si putri  malu membalasnya. dia mulai menggoyang-goyangkan tangan ayahnya dan menggerakkan bibir imutnya: “Ayah, kapan sihhh?? lama bangeet yaa,,,” dengan wajah berkerut dan muka males, si Putri menghela nafas panjang.

…gue gak memperhatikan semua adegan itu. Tapi gue berusaha menyerap sesuatu. hmm.. nihil.. belum dapet.
yap! akhirnya waktunya pun tiba untuk naik ke lt.3. kyaaaa….!!
This is jakarta. ibukota gue, keren bangetttt..! God’s awesome! sementara gue sibuk dengan bangunan pencakar langit di ibukota, akhirnya gue bosan juga.. laperr,, kecapean.
so, gue-linda-dika, memutuskan untuk makan di lt.2. di Goblet’s Field. Pelataran cawan ya,? hhe, yap itulah dia. kami pun ngantri lagi di barisan orang-orang yang mau turun. gue ngeliat lagi anak yang tadi. Si putri udah puas ngeliat jakarta. sama kayak gue. si Putri pengen pulang. dia kecapean. gue juga. akhirnya tanpa meminta dan hanya merentangkan kedua tangannya. sang Ayah menyambut tangannya dan menggendong. mendekap erat si Putri dalam pelukannya. WOW! what a view! gue senengg banget. ntahlah. gue suka banget ngeliat seorang anak yang nyaman dalam pelukan ayahnya.

dalam dekapan Ayah

dalam dekapan Ayah

sepulangnya dari MoNas, gue bilang sama Bapa kalo gue juga pengen kayak putri tadi. gue pengen ngalemin lagi kasih Bapa dalam pelukanNya. gue pengen. Gue pengen Bapa.

Hari ini gue di tempat kelahiran gue, masih di depan dell inspiron tercinta, gue cuma menyampaikan apa yang ada di hati gue. udah segede ini, tapi gue masih bingun gue harus cerita sama siapa. kalo gue share ma kakak gue, dia udah kehilangan 5bulan perkembangan gue. Gue bener2 bingung. gue berusaha on-line ym, msn, mencari seorang teman yang mau berbagi dengan gue. tapi, gue bener2 gak nemu. akhirnya gue memutuskan untuk diam. untuk nge-post blog ini dan untuk men’deklarasi’kan bahwa gue emang gak punya siapa-siapa yang bener2 mengenal gue, kcuali Bapa. saat ini, gue cuma pengen berada dalam dekapanNya, dalam rengkuhanNya yang bersahabat, gue pengen denger desahan nafasNya, senyum manisNya.. yaa,, gue rindu dengan semua hal tentang Dia.

I’m thanking Him for loving me the way i am, for guiding all my days, for promising me the best life of tomorrow, for his everlasting love and peace. i’m totally in love with Him. He’s absolutely my everything.

“thanks God,
people change, season change.
but YOU stay the SAME
Your love still remain,
here in my heart”

Published in:  on December 26, 2008 at 4:37 am Leave a Comment
Tags:

Earthly Dad help me to know Heavenly Dad

Sepulang kerja, Saya tidak terlalu senang ketika saya dicecar oleh pertanyaan-pertanyaan anak-anak saya: “Apa yang papa bawa untukku? Apa papa membawa sesuatu untukku?” saya sadar bahwa itu adalah sesuatu yang normal bagi anak kecil, tetapi yang saya benar-benar inginkan, apa yang benar-benar saya mimpikan ketika saya berada jauh dari rumah, adalah saat dimana anak saya yang berumur enam tahun merangkak naik ke pangkuan saya dan mengasihi saya dengan tidak berpikir apa-apa tentang mainan apa yang saya bawa dalam koper saya. Saya berpikir itulah yang juga akan diingat oleh anak-anak saya pada tahun-tahun mendatang, tahun-tahun dimana mainan dan semua oleh-oleh itu telah lenyap di tempat sampah.
…Pemburu Tuhan: Tommy Tenney…

Malam ini, ingatan masa kecil gue cukup mengusik jam baca gue. Waktu kecil yang gue inget tuh, tiap kali Bokap pulang, gue+kakak&adik gue bakalan melakukan ritual penyambutan untuk Bokap. Nah, waktu itu, kira-kira gue masih TK, kakak gue SD dan adik gue yang pertama (BroYon) belum sekolah. Ritualnya cukup menggelikan.
Gini nih.. kami (gue+kakak+adik) ngebuat formasi berdiri en lompat-lompat sambil teriak (tepatnya sih: Shout for Joy). gini teriakannya: “Horeee..Bapak pulang! Horeee..Bapak pulang!” nah, itu diulang berkali2. Pokoke sampe kita capek jingkrak2 then Bokap bakalan gendong salah satu diantara kami dan kemudian masuk rumah diikuti dengan 2 yang lain yang gak digendong. Nah, ritual selanjutnya adalah: Membuka tas bokap dan melihat “oleh-oleh” yang dia bawa. hehhe,, :D

yap! apa yang Bokap gue alami emang gak jauh beda dengan apa yang di alami oleh Seorang Tommy Tenney dan putri-putrinya. Gue akui, waktu dulu yang gue cari adalah tangan bokap (bc: “oleh2″ darinya), namun setelah gue beranjak dewasa, yang gue cari adalah wajah bokap. Setiap pagi ketika gue bangun (sebelum gue berangkat ke ibukota), yang gue lakukan adalah berusaha mencari waktu untuk having a breakfast with dad. Sebisa mungkin gue punya kesempatan untuk bisa ngobrol bareng dia. Bahkan setiap libur, gue selalu berusaha untuk ‘mengeram’ dirumah supaya gue bisa denger banyak cerita dari perspektifnya.

Gue bersyukur banget karna apa yang gue alami di masa lalu ternyata memberikan pelajaran berharga buat gue saat ini. yap! this is exactly about my relationship with Abba Father. waktu dulu, setiap kali gue nyembah, yang gue pengen adalah berkat, berkat, dan berkat. coz katanya sihhhh kalo nyembah, bakalan dapet berkat banyak, bisa pinter, dapet ketenangan, bisa ngerasa damaiii banget.. emang bener!  gue dapetin ketenangan dalam penyembahan gue.
Nah, sekarang nihh..gue emang tetap nyembah, tapi dengan pola pikir yang berbeda. Gue nyembah bukan karna pengen dapetin berkat, gue nyembah karena gue udah rinduuuu banget sama Dia. gue pengen liat wajahNya. gue pengen Dia menuntun gue lewat gerak bola mataNya, gue pengen hubungan yang lebih dekat. i just want it for more.. coz hanya bersamaNya gue ngerasa hidupp.
What ’bout you..??
As The Deer

As the deer panteth for the water
So my soul longeth after Thee
You alone are my hearts desire
And I long to worship Thee

You alone are my strength my shield
To You alone may my spirit yield
You alone are my hearts desire
And I long to worship Thee

You’re my Friend and You are my Brother,
Even though you are a King.
I love You more thank any other,
So much more than anything.

I want You more than gold or silver,
Only You can satisfy.
You alone are the real joy Giver,
And the apple of my eye.

Published in:  on December 17, 2008 at 1:10 pm Leave a Comment
Tags: