Putri Berdarah Ungu

Setiap orang punya pengalamannya masing2 dengan pribadi yang ia cintai. dan inilah pengalaman gue. saat gue mendapatkan sebuah color mix yang ilahi.

Emangnya ada orang berdarah ungu? Bukannya biasanya warna darah tuh merah ya? paling nggak juga warna coklat ato item gitu. kalo ungu? kayaknya enggak deh. Lagipula, secara konotatif, adanya juga orang berdarah biru. mana ada berdarah ungu..

What a topic! Gue tuh tipe orang yang suka berpikir dan berpikir. meski gak jarang apa yang gue pikirkan dan sampaikan gak sepenuhnya bisa di terima orang lain. But at least, i’ve tried to share something precious from my brain. Nah, topik kali ini adalah tentang Putri Berdarah Ungu. Sudut pandang seperti apa yang dapat membuatnya ‘berdarah ungu’? Gini nih ceritanyaa…

Segala sesuatu dalam hidup harus selalu disyukuri, apapun yang terjadi, itu adalah proses yang membuahkan kedewasaan. Sepanjang bulan ini, gue banyak banget belajar untuk bersyukur atas setiap proses yang gue hadapi. meskipun kadang gue gak ngerti apa yang gue lakukan, gue gak paham mengapa gue ambil langkah2 keren itu, namun gue bersyukur untuk semuanya. Ketika gue mulai berjalan dalam ketaatan dan memberanikan diri untuk mengambil langkah pasti dalam segala sesuatu, gue nemuin sesuatu yang baru: “Berdarah Ungu”.

A BLUEPRINT. Sepanjang bulan ini gue dapet kesempatan untuk beberapa kali belajar di Laboratorium. Gue memperhatikan “makhluk2 halus” (bc:mikroba) yang selama ini ternyata bagian dari hidup manusia. Gue ngeliat kromosom manusia yang ternyata keciiii……illlll banget. Gue ngeliat berbagai jenis jaringan epitel. Gue ngeliat Barr’s Body & Drum Stick yang ternyata cuma ada di leukosit netrofil wanita. wow! amazing banget. Gue juga belajar tentang ekson dan intron yang ada dalam tubuh gue. Semuanya sepaket dengan nukleosom dan 4 histon yang mengikat gen yang adalah bagian dari DNA. Taukah kamu? DNA tuh Blueprint kehidupan manusia. Esensi keunikan seseorang terletak pada DNA-nya. Nah, saat gue mulai belajar mengerti tentang blueprint, gue menyadari lagi bahwa gak sekedar blueprint-nya DNA yang adalah bagian dari warna biru pada penyusun warna ungu. Gue mulai menempatkan diri pada sebuah titik dimana gue belajar untuk menerima kenyataan kalo gue tuh anak Raja. gue bangsawan. gue berdarah biru. yap! itulah warna biru yang menjadi bagian dari warna ungu..

THE RED THREAD (bc: Benang Merah). Waktu gue merespon panggilan Tuhan, sebenernya gue gak  yakin tentang apa yang gue lakukan sampai akhirnya gue mulai nemuin benang merah dalam setiap proses yang terjadi dalam hidup gue. Benang merah itu yang ngebuat gue yakin untuk menjadi maksimal di dalam DIa. Benang Merah itu juga yang ngingetin gue untuk tetap berjuang dikala gue hampir nyerah. Benang merah itu yang ngebuat gue belajar mencintai proses yang dianugerahkan dalam hidup gue. Benang merah itu juga yang ngebuat gue sampe bisa berpikir tentang “Putri Berdarah Ungu”. Warna merah selalu ngingetin tentang pengorbananNya untuk hidup gue.

Merah dan Biru, itulah penyusun dasar kehidupan. Arteri dan Vena. Kini, dengan pemahaman yang baru, gue mulai berpikir kalo gue adalah seorang putri berdarah ungu. Ungu, sebuah warna keagungan, warna-nya Proskunatas. warna-nya Levites.

what ’bout you? putra berdarah putih kah? atau putri berdarah hijau? dari manakah warna itu berasal?

Setiap orang punya pengalamannya masing2 dengan pribadi yang ia cintai.

Published in:  on October 26, 2008 at 10:50 am Leave a Comment

MT Vs Brother’s Keeper

Then the Lord said to Cain, “Where is your brother Abel?”
“I don’t know,” he replied.
“Am i my BROTHER’S KEEPER?
Genesis 4:9

Di bulan september yang lalu, gue banyaaaakk banget belajar tentang keluarga. Hubungan ikat janji yang gue miliki di keluarga berhasil mendewasakan paradigma gue tentang keluarga. You can’t choose where you belong in one family. God choose it for you :) Nah, sekarang tugas gue adalah gimana caranya menjaga kesatuan sebuah keluarga?

Minggu lalu, ka’Hendro dan Ka’Tommy share tentang Brother’s Keeper di IMAGE. 2kata penting itu seakan-akan membawa gue dalam ESC^8 dan CPR’08. Waktu ESC, ‘Dan Petrus bilang kalo kita harus Jaga Teman. Nah, waktu CPR’08, kakak PK pada bilang kalo kita tuh gak boleh MT (Meninggalkan Teman). Yuph! Seorang Brother’s Keeper sejati gak bakalan ninggalin saudaranya, dan bakalan nge-jaga temennya.

Konkretnya gimana sih?

Siang hari di per-kemping-an para Pelayan, seorang komandan memanggil para peserta dengan tegas: “Siapa yang hari ini melakukan kesalahan, Maju!” beberapa orang maju ke depan. terdengar lagi suara lantang komandan “Siapa lagi?! Maju! Mana hati nuraninya?” Barisan depan pun mulai bertambah. Dengan langkah tentaranya, komandan berjalan diantara barisan yang melakukan kesalahan hari itu. Iapun membaca sebuah name tag yang tergantung di leher seorang gadis berambut panjang. “Apa kesalahan Anda, bu?!” Dengan tatapan mata yang tetap menjurus ke depan dan kepalan tangan yang kuat, si gadis menjawab tegas “Kemarin saya tidur jam 12.30, ‘Dan!” Komandan pun bertanya lagi: “Apa yang salah?” Gadis itu pun menjawab “Sesuai peraturan, peserta harus sudah tidur jam 12.” Komandan pun berdiam. Dan kemudian dengan lantang, ia berseru pada barisan lain: “Siapa teman 1 regunya?? Maju kedepan!” 11 peserta lain maju kedepan. “kalian tau teman kalian belum tidur jam 12? Agnes, Dona, Fina, Tere, kalian tau tidak?!” “ta-nggak, ‘Dan” (yap, ada yang tau, ada yang enggak). “Fina! tadi kamu bilang kamu tau, terus apa yang kamu lakukan?!” Fina pun tidak menjawab apa-apa. Komandan pun mulai ngomel: “Jaga teman kalian!! Jangan egois, itu memang bukan kesalahan kalian. tapi itu kesalahan teman kalian. kesalahaan 1 anggota regu, adalah kesalahan 1 regu. itu sudah menjadi perjanjian kita!” Suasana begitu heninggg,, tak seorangpun berani berkata-kata. “Panitia!! coret nyawa mereka! Cepatt..!” -cut-

Dari kejadian diatas, gue semakin belajar mengerti tentang arti jaga teman. Satu hal yang kalin pernah ngomong:

“I don’t like when you say don’t know. you ought to know. and if you don’t know, try to find out so that you may know!”

semuanya ini semata-mata supaya kejadian “Cain&Abel” gak terulang. Sekarang gue udah punya komunitas yang menjadi keluarga gue. Ada Papa-mama-Mbak Ika-Dion-Danil, Ada juga temen JF Jack-Mark-Andy-Dick-Rida-Ponco, Ada juga keluarga besar Flobamora, keluarga besar Tunas Karya, Keluarga Besar MDC, keluarga besar Atma. yaa.. & I’m thankful for every family He has given me.. ;) Dan sebagai anggota keluarga, gue akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga anggota keluarga lain. Gue akan belajar mengasihi (kasih=berani mengorbankan segala sesuatu untuk memberikan sesuatu; nafsu=berani mengorbankan segala sesuatu untuk mendapatkan sesuatu). Gue bakalan belajar untuk menolong anggota keluarga gue. coz ka’Tom bilang: “disaat kita menolong orang lain, kita berpotensi untuk menolong diri kita sendiri (:sesungguhnya kita sedang menolong diri kita sendiri)”

Inget: Love is not love until you give it away! :) Let’s love our family & become the Best Brother’s Keeper Ever! Watch your friend, felas! :)


A friend loves at all times,
and a brother is born for adversity.
Proverbs 17:17

Published in:  on October 1, 2008 at 3:43 am Comments (1)