New Block: Missing Him Desperately!

wahhh,, seminggu yang penuh perjuangan. I’ve just started my New Block & i’ve got the New Blessed Brother. i gave thanks to Thee for Everything He has given me. setiap kejadian, -every single frame- selalu punya alasan untuk membuat gue bersyukur. Bener-bener seminggu yang ngajarin gue untuk bersyukur. Bukan sekedar syukur dari ucapan bibir, namun dari hati yang terdalam. Sebuah ucapan syukur yang tak akan pernah bisa dideskripsikan lewat kata-kata.

Hari minggu yang lalu, gue sedih dalam perjalanan pulang dari Puncak. hanya karna sebuah alasan: i can’t spend my days in the presence of My KIng. serasa ada yang hilang. Meskipun hari sabtunya, gue ikutan ibadah di puncak barengan si kakak. Ibadahnya asyik, gue banyak refleksi deh. Tapi tetep aja, gue pengen ibadah di keluarga yang udah Bapa pilih untuk gue. hhe,. Akhirnya, gue mampu melewati semuanya. gue survive mengakhiri malam itu dengan sebuah PPW bareng desty (temen kost gue).

Tetep aja deh, seminggu ini adalah hari yang indah. Hari2 yang membawa gue dalam sebuah pengalaman memasuki blok yang baru. Pengalaman gue menjadi seorang adik yang beda usianya hanya 35 hari dari kakaknya. Pengalaman gue maen perang bantal di kolam renang, nge-games bareng kakak, ngobrol+sharing+curhat ma kakak, duet night bareng kakak, doa bareng kakak, buat perjanjian ma kakak, menjadi MAHAsiswa di blok baru, dan yang terpenting adalah: menemukan Bapa dalam doa2, berikut konfirmasi2 yang menyertainya.

merindukan Bapa

Litview & Mengunjungi para pasien, udh gue lakukan dengan motivasi yang benar. Akhirnya,,gue ketemu anak2 di poli anak. Akhirnya gue ngerasain lagi yang namanya “no connection” di hari2 menjelang sahnya kedewasaan gue (bc: ultah), hehehe.. :) udah 5hari sim card gue gak ada signalnya. dan gue bersyukur untuk hal itu. sebuah anugrah & kehormatan yang membawa gue dalam ucapan syukur, lagi.. :) gue juga udah nonton ayame. gue juga udah dapetin paradigma2 keren. yang pasti, gue kangennn banget sama Bapa. meski terkadang terlihat bahwa senyum dan tawa selalu mewarnai wajah berdarah yahudi ini, gue tetap gak bisa nyembunyiin rasa terdalam yang kini gue miliki. Gue hanya merindukan Bapa.

Tiada hari tanpa Dia. i can’t live without Him. Gue bersyukur karena gue disadarkan bahwa Dia gak pernah meninggalkan gue. Dia selalu bersama gue. Thanks God! i’m amazed.. yuhuuuu.. I love You, God.. :)

Published in:  on September 19, 2008 at 2:43 pm Leave a Comment

..ratu kecil yang jadi detektif

..whuah! gak kerasa hari berjalan begitu cepatt. Seminggu ini, gue -sebagai seorang ratu kecil- bener2 amazed sama campur tangan sang Raja. Bulan September yang indah ini, Bapa membuka hari gue dengan sebuah paradigma yang di-refresh tentang Kehidupan yang Menyembah. Buah mangga dan buah naga + gitar telah membawa gue tenggelam dalam dimensi ucapan syukur. Gue hampir aja meneteskan air mata saat gue menyadari gue sedang berkumpul dengan keluarga tercinta di sebuah kamar berukuran 3×2.2m, dan kami memanjatkan doa ucapan syukur. keren dah!

Gak hanya itu, tanggal 2 Sept, gue ngalemin Enlightment. ada kesadaran yang berhasil banget ngebuat gue ‘ngeh’ tentang talenta. semuanya bermula dikala gue harus menahan diri untuk gak main musik sementara hati gue membara pengen main musik. yap! gue belajar untuk rendah hati, gak sombong dengan apa yang gue bisa. tanpa Tuhan, gue mana bisa apa-apa. Tanpa Dia, gue hanyalah seonggok daging yang punya nama. kamu juga.. :)

semuanya berlanjut di hari kemudian. tanggal 3sept, gue bertemu dengan ‘partner’ seperjuangan gue. seseorang yang juga musical. kami saling berbagi cerita, menguatkan dan mendukung untuk terus berlatih, meski hanya dalam imajinasi. Toh Opung Albert Einstein bilang kita kudu mengembangkan kemampuan imajinasi kita.. hhe,, :)

kemarin, gue belajar untuk berdiam lagi di hadiratNya, menaikkan ucapan syukur gue untuk segala hal yang udah DIa percayakan buat gue. untuk keputusanNya mencintai gue, untuk setiap hadiah2 yang Dia kemas yang amat sangat membuat hari-hari gue jadi bergairah. :D

dan hari ini, gue sadar (lagi) kalo keluarga terindah, terbaik, terkeren, telah Ia pilih untuk gue. The one who is with me, and gonna watching grow up with all i am.. :) dan keluarga yang terpilih adalahhh

hh…. tereng.teng! teng! teng! … Pe-Be-eL Tu-Juh! yap, PBL7. inilah keluarga terindah. yang dianugerahi segala kemampuan dan keahlian. disini ada cinta, ada ide, ada ilmu, ada musik, ada kembar, ada yang paling item, ada yang paling putih, ada yang tinggi, ada yang pendek, ada doa, ada tawa, ada tangis, ada MT (Menunggu Teman, Mengumpulkan Tugas, Mendukung Teman, Menghidupkan Tempat, dll..). I really thank God for this Super Group! yuhhuuu,, multikultural banget! :)

dan hari ini, PBL 7 merumuskan sebuah silsilah keluarga. gue adalah bagian dari mereka. guelah yang jadi detektif.. hahaha.. :D gue cukup jadi seorang detektif yang bisa ngomporin temen2 untuk berbicara, berpikir kritis, berbicara bijak pake intelijen,serta mencari sebab mengapa si Peri Cinta (keyz:anak kembar) kadang jarang ngomong, hehe :) hmm,, let’s see, apa yang akan selanjutnya dilakukan oleh seorang ratu kecil yang jadi detektif di PBL7,, :)

Published in:  on September 5, 2008 at 3:57 pm Leave a Comment