“Putriiiiiii..” with opened arms, smile on His face, He welcomed His princess this stary night.
“Ayahhhhh…” putri itu pun lari menyambut pelukan Ayahnya, dan duduk di pangkuan pribadi yang paling dicintainya.
“Nak, kamu cantiiikk banget hari ini” komentar Ayahnya terhadap busana putri semata wayangnya. Malam itu, putri memakai gaun malamnya. Kulit mulusnya hanya terbalut kaos lengan pendek berwarna kuning dan celana pendek bermotif batik.
“Ah, biasa aja kok Yah. Biasanya putri juga pake ini tapi Ayah ndak pernah bilang putri cantik pake baju dan celana ini” begitu respon sang putri terhadap komentar Ayahnya
Ayahnya hanya tersenyum. Tanpa suara, Dia mengecup kening putriNya. putriNya pun makin bingung. Ayah yang ngerti banget gelagat sang putri, langsung aja memperjelas maksudnya.
“Nak, dalam rumus Ayah, kecantikan gak pernah dimulai—“
“–dari luar, kan Yah?!” gitu potong putriNya
“wah,, anak Ayah pinter yaa.. “
“iya dong, siapa dulu dong ayahnya.“ bela sang putri sembari memainkan kerah baju Ayahnya. Ia pengen banget Ayahnya berbangga karena punya putri yang pinter kayak dia. Haha.. namanya juga anak kecil.
“kmu tuh bisa aja ya.. Ayah jadi makin grogi (baca : makin cinta) ma kamu.“ sang Ayah pun mengacak-acak rambut putriNya.
“terus, apa dong hal yang dari dalam yang ngebuat putri keliatan cantik malam ini, Yah ?“ tanya putri penasaran
“mau tau nih ? “ goda sang Ayah
“ya iyalah, Yah. Mau banget“
“beneran nihh ?? “ goda Ayah lagi
“iyaa..mau.mau.mau.mau.. “
“hhe.. Putri, sepanjang hari ini putri tuh udah lelahh banget ngerjain tugas². Putri capek dan letih. Tapi putri terus berjuang untuk nyelesein tugas² putri. Dan semuanya ini untuk Ayah kan. Putri kepengen Ayah seneng kan? Putri kepengen dunia tau kalo anak Ayah tuh bisa bertanggung jawab karena Ayahnya juga bertanggung jawab. Ayah tau motivasimu, Nak…”
“…..”
“Dan malam ini ketika putri buka lemari pakaian dan berusaha mencari ‘gaun malam’, putri masih terus bersyukur untuk semuanya.”
“Iya, Yah. Emang. Terus apa dong hubungannya dengan kecantikan yang dari dalam?”
“Putri, kecantikan yang dari dalam itu gak bisa dicuri. Ketika putri tetep bersyukur disaat² yang ngebuat putri gak mungkin (baca;gak bisa) bersyukur, itulah sumber kecantikan. Semuanya dimulai dari keputusan putri untuk memiliki standard hidup yang Ayah mau.”
“Iya, yah.. Tengs banget.”
Ayah hanya tersenyum memandangi putriNya yang kini sudah beranjak dewasa namun masih aja ‘manja’. Hahaha..
Ayah emang punya banyak putri-putri. Tapi Ayah punya putri kesayangan. Dan putriNya malam ini adalah satu diantara putri-putri kesayanganNya.
Ayah hanya ingin Putri denger-dengeran akan setiap kata perintah, saran, nasehat yang keluar dari mulut Ayah dan dari mulut orang² kepercayaan Ayah.
Hmmm.. hari ini gue belajar taat & bersyukur selalu :)