RENTAN vs RESISTEN

November 7, 2009

“Kita tuh rentan banget, Meg.” begitulah statement yang gue lontarkan ke Mega sembari kami berjalan menyusuri areal parkir wisma 76 – kampus supra. hmm.. waktu menunjukkan pukul 13.30-an dan kami baru aja selesai PA hari ini.
“maksudnya rentan gimana, Ther?” tanya Mega menggubris statement gue.
“gini, Meg. kita terlalu rapuh untuk bisa memegang kendali atas hidup kita sendiri. kita gak cukup kuat untuk ngadepin ujian-ujian kehidupan sendirian. kita harus sadar dan mengakui itu bahwa sebenernya kita lemah dan nothing..” jelas gue panjang lebar.
“hm..iya ya,,” Mega pun manggut-manggut menyetujui statement gue.

yap! kita rapuh, kita rentan, kita lemah, kitalah manusia yang gak sempurna. tapiii,,kabar bahagianya adalah, kita semua sedang dalam proses pendewasaan; a process of MATURING.
kita yang tadinya rentan, terus menerus belajar ini dan itu untuk semakin resisten/kebal (bukan bebal lohh..).
resisten dalam hal ini artinya tahan uji. (water resistent=tahan air ^^)
satu-satunya cara untuk membuktikan bahwa sebuah jam tangan tahan air adalah dnegan memasukkannya ke dalam air. demikianlah pula dengan hidup kita. satu-satunya cara untuk menguji bahwa kita tahan uji adalah dengan menghadapi ujian-ujian itu. waktu kita ketemu masalah, kita yang tadinya rentan bisa jadi resisten melalui proses pendewasaan itu. so, take heart. setialah. you’re on the way to become mature.

Matt.5:48
Be perfect, therefore as your heavenly Father is perfect.

(perfect ~ teleios : mature, complete)


one of the night (i won’t barter)

October 29, 2009

23.34emt

huahh..akhirnyaa..! dengan hembusan nafas panjang, gue menikmati atmosfir kosan. sooo beautifulll.. sweetly, i smiled and whispered:
thank you GOD. this is one of the night i won’t barter.”
gue langsung bergegas masuk kamar, meletakkan tas dan nyalain lepi gue. cek sini, cek sana sebentar, gue drop posting (baca:on-line) dan gue tinggalin bentar untuk berbenah diri dengan air (baca:mandi).

well, let me tell you my thursday night’s story. buat gue, ‘malam’ adalah momen yang tepat untuk menyimpulkan apa yang terjadi sepanjang hari. dan ‘malam’ pun dapat mengubah hari mu. well, this night, i look to my God and just can smile, how i long to be in His arms and whisper in His ears that i love Him and i’m thankful for this day.

semuanya dimulai dari kejutan di pagi hari. tadi pagi, gue dibangunin oleh cici kos gue. secara, gue ngerasa gak mungkin banget. it was 5 a.m. in the morning & she wake me up by knocking at my door and tell me: “matiin dong alarm nya.” dengan kaget, dan (agak) takut, gw jawab: “iya..iya..” rasa bersalah pun membatin di hati gue. tp gue gak tau harus minta maaf ke siapa, gue bahkan gak tau siapa yang ngetuk pintu kamar gue dan ngomong supaya gue matiin alarm gue. hehhee.. maklumlah, masih setengah sadar.

well, gue terbangun, dan memaksa diri untuk gak tidur lagi. i wash my eyes, dan memulai untuk morning devotion. oh, how i love this part. gue mulai berdoa dan meminta bimbingan Roh Kudus untuk mengerti perikop hari ini. Again, a cake fresh from the oven has been given to me. ^^ then i close it with prayer. i took my bath. get well prepared for the first day of my 10/23 block. my heart and my mind are ready for all methods and EBM (Evidence Based Medicine)’s theory and also practices.

i can’t kept away the song i’ve heard this morning when i just arrived @ campus.
“i wouldn’t trade You for silver or gold…”
i don’t know why it echoes in my heart this whole day. but one thing i know, i’ve chosen my best decision. to choose Him rather than friends, families, even me. yap, it’s not easy. but a denying to self just showed me how far i should struggle, how far i should go and just do what God has said.

gue flash back lagi, dan yang gue temuin adalah, waktu-waktu yang gue pakai untuk bersekutu sini-sana, dikuatkan dan menguatkan teman2 gue. gak jarang gue sengaja bilang ‘nggak’ untuk sesuatu yang gue anggep ‘gak jelas’ ataupun yang sebenernya gue pengen, tapi gue bilang enggak. hmm.. mungkin ini yang namanya duri dalam daging? hm, well, inilah prosesnya. i’m on my way in the process of becoming more like my Father. dan proses ini harus gue lewati. ^^

semua flash back itu ngebuat gue mikir apakah gue bener2 gak mau tukerin God dengan yang lain, even it’s look like so cool and precious (man, silver and gold are precious and cool!).
kadang, di depan orang gue bilang, gue pengen silver and gold itu..
tapi ada saat dimana gue bilang, “please, don’t take my Savior from me. i do really need Him.”
as i began to think, i tried to sing it with faith. well, i’ve promise to please my Commander. i wanna be focus on Him. fixed my eyes on Him. and run in such a way to win the prize.
i’ll do it with all my heart. and if i say “i wouldn’t trade…”
i wanna really put meaning in what i’ve said. gak ada topeng.

briefly, i won’t barter this night, because He has just teach me great things today, and He has just given me so many signs -unique signs- like a shaking earth. i don’t know it’s an impact of an earth quake or not, tapi gue bener2 berasa kayak gempa lokal gitu, dan kerennya gue berasa itu sepanjang hari ini udah lebih dari 10 kali.. more than 10times! it’s cool. and i’m sure i’m not vertigo. ^^ hehee,

well. this is my story. gue tutup cerita hari ini. intinya, gue cuma mau bagiin betapa indahnya hidup mengalami kebaikan God. He’s great. dan sekali kamu ngalemin pribadi-Nya, you won’t loose Him anymore!
for all my readers yang belum kenal Dia, sini gue kenalinn.. hehehe,,
just post a comment or send me a message :)
GOD bless you, felas!