Shine Brighter

Casa Krakatoa, 10th Dec 2011
photo by: Linda Anastasia @LieUcile

do you wanna know why did God created you so bright: with bright future and bright ideas?
it’s because He wants you to SHINE BRIGHTER even in the dark.

The Pain Inside My Vertebrae

November 2011
Ini dia awal bulan November yang mengesankan buatku.
Nyeri dipunggung bagian bawah yang kualami mulai mengganggu aktivitasku pada posisi tertentu.
Akhirnya dengan ditemani seorang calon teman sejawat, aku memutuskan untuk memeriksakan diriku ke dokter.
Kami berdua datang ke poliklinik spesialis pribadi dan mendaftarkan diri di poli saraf.

Singkat cerita, aku bertemu dengan dokter spesialis saraf yang kemudian mendengarkan ceritaku serta memeriksa bagian tubuhku yang sakit dengan berbagai gerakan (kalo didunia medis mereka menyebutnya dengan tanda kernig, brudzinski 1 dan 2, serta lasegue). Dan sepertinya tes lasegue-ku positif.
Aku pun diminta untuk foto rontgen panggul secara AP (antero-posterior) dan lateral.
Setelah hasilnya keluar, aku kembali ke dokter saraf yang tadi memeriksaku, kali ini aku sendirian. Soalnya temenku lagi mau ngerjain riset-nya.

“jadi gimana dok?” tanyaku pada dokter saraf yang manis ini :)
“mm, kita tunggu hasil expertise dokter radiologi-nya dulu ya. Untuk sementara saya rujuk kamu ke dokter ortopedi ya.” begitu jawabnya sambil menulis-nulis di rekam medisku.

Aku menyetujuinya. Percakapan berakhir. Kami saling berjabat tangan. Beliau membalas senyumku.
Setelah keluar dari ruangan dan membayar biaya administrasi, aku memutuskan untuk ketemu dokter ortopedi setelah kuliah terakhir hari itu. I keep talking to my heart, to my brain: “what’s wrong with me?”
Aku menarik nafas panjang. Fiuhh. Semoga semuanya baik-baik saja. Tapi nyeri ini sungguh ga nyantai.

Guess what?! Segera setelah aku menemui dokter ortopedi, dan membawa hasil rontgen-ku padanya, beliau berkata bahwa ini memang ada penyempitan di diskus intervertebralis L5-S1, namun belum tau penyebab-nya apa. Oleh karena itu untuk sementara diberikan dulu obat anti inflamasi (anti peradangan) dan juga saran untuk fisioterapi. Aku berusaha banget untuk tenang. Menarik nafas panjang.
Deg-degan cuy. Takut. Ga nyangka aja bahwa rasa sakit ini ternyata cukup serius.

Seiring berjalannya waktu dengan segala terapi yang telah kulewati, kini aku mulai bisa menerima nih kalo aku ga sempurna. Hahaha, udah lewat tahap Acceptance nih.
Mengetahui kebenaran itu emang nggak selamanya menyenangkan; namun kebenaran itu mampu membebaskan kita dari segala asumsi yang salah. Dan akupun lebih senang karena sudah mengetahui dan bisa menerima kebenaran itu.
Kurasa untuk segala sesuatu memang ada saatnya. Ada saatnya untuk sakit, ada saatnya untuk sembuh dari sakit.

Sadarkah kamu, kadang rasa sakit yang kamu alami mampu membuatmu belajar bersyukur. Demikian pula denganku.
Rasa sakit yang ku alami membuatku mengerti bahwa selalu ada alasan untuk bersyukur.
There’s always a reason to give thanks!

Rasa sakit yang ku alami membuatku semakin sering bersyukur karena aku masih bisa duduk, berdiri, berjalan, berlari, melompat, menari meskipun dengan ketidaknormalan lumbo-sacralku :’)

Rasa sakit yang ku alami mengajarkanku untuk melihat sisi positif dari segala sesuatu sehingga aku berani bermimpi lagi dan menatap masa depan dengan penuh harapan. This positive attitude really strengthens me!  Seperti  yang dikatakan oleh teman risetku:
“the BRIGHT future belongs to those who always see the BRIGHT side (of every experience).”

Dan sebagai kesimpulan, sebuah sisi positif dari sebuah penyempitan diskus intervertebralis L5-S1 adalah: kamu bisa ngeRASAin perjalanan n.ischiadicus-mu, ga sekedar mempercayai letak anatomi-nya.

I’m grateful for the pains that I have inside me because  I know that this kind of pain strengthens me internally.
What about you? Do you enjoy every process that strengthens you?
See the bright side, and laugh at the days to come!

salam,
therrah, temanmu yang semakin kuat :)